Tentang Situs Ini

Situs ini berisi pelajaran sederhana mengenai konsep keperawatan. Disarikan dari perpaduan teori dan praktek berdasarkan pengalaman penulis sendiri dan sesama rekan perawat sewaktu bekerja di Rumah Sakit dan bekerja sebagai Staff Pengajar di sebuah Sekolah Keperawatan. Tag line yang utama adalah PERAWAT TIDAK HANYA BERTEORI.....Mari bangga dan bersama memajukan perawat Indonesia.

Whats Up ^_^

Silahkan kunjungi secara berkala. Karena tiap hari akan ada update an.

NANDA : Activity Intolerance/Intoleransi Aktivitas

Intoleransi Aktivitas (1982)

Definisi:
Ketidak cukupan energi secara fisiologis untuk meneruskan atau menyelesaikan aktivitas yang diminta atau aktifitas sehari-hari


Batasan karakteristik :
a. Melaporkan secara verbal adanya kelelahan atau kelemahan.
b. Respon abnormal dari tekanan darah atau nadi terhadap aktifitas
c. Perubahan EKG yang menunjukkan aritmia atau iskemia
d. Adanya dispneu atau ketidaknyamanan saat beraktivitas

Faktor yang berhubungan
a. Tirah baring atau imobilisasi
b. Kelemahan yang menyeluruh
c. Ketidakseimbangan antara suplai oksige dengan kebutuhan
d. Gaya hidup yang dipertahankan

Diagnosa klinik yang berhubungan
(Lihat diagnosa Risk for Activity Intolerance/Resiko Intoleransi Aktivitas)

Pembahasan :
Intoleransi aktivitas merupakan suatu diagnosa yang lebih mentikberatkan respon tubuh yang tidak mampu untuk bergerak terlalu banyak karena tubuh tidak mampu memproduksi energi yang cukup. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa, untuk bergerak, kita membutuhkan sejumlah energi. Pembentukan energi dilakukan di sel, tepatnya di mitokondria melalui beberapa proses tertantu. Untuk membentuk energi, tubuh memerlukan nutrisi dan CO2. 

Pada kondisi tertentu, dimana suplai nutrisi dan O2 tidak sampai ke sel, tubuh akhirnya tidak dapat memproduksi energy yang banyak. Jadi, apapun penyakit yang membuat terhambatnya/terputusnya suplai nutrisi dan O2 ke sel, dapat mengakibatkan respon tubuh berupa intoleransi aktifitas.

Kita dapat melihat perbedaan orang sehat dengan yang mengalami intoleransi aktivitas adalah ketika mereka melakukan suatu gerakan. Bagi orang normal, berjalan dua tiga meter tidak merasa lelah, akan tetapi bagi pasien yang mengalami intoleransi, bergerak atau berjalan sedikit saja nafasnya sudah terengah-engah. Sudah kelelahan. Karena tubuhnya tidak mampu memproduksi energi yang cukup untuk bergerak. Jadi, apapun penyakit yang membuat terhambatnya/terputusnya suplai nutrisi dan O2 ke sel, dengan kata lain mengganggu pembentukan energi dalam tubuh, dapat menimbulkan respon tubuh berupa intoleransi aktifitas.

Sebagai contoh 
• Anemia : kekurangan sel darah merah, membuat suplai O2 dan nutrisi sedikit ke sel. Karena yang bertugas membawa O2 dan nutrisi adalah sel darah merah.
• COPD – penyakit paru membuat jumlah O2 yang masuk ke tubuh menjadi berkurang, selain itu pada kasus yang sudah agak parah sehingga mengakibatkan asidosis membuat pengikatan O2 oleh darah/Hb menjadi kurang sempurna, sehingga jumlah O2 yang dihantarkan menjadi kurang.
• Gagal Jantung – Jantung bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh, apabila jantung mengalami gangguan, maka darah yang membawa O2 dan nutrisi menjadi berkurang jumlahnya.sehingga produksi energy menjadi berkurang

Hati- hati tertukar dengan diagnosis dibawah ini

intoleransi aktivitas

berarti bahwa pasien dapat bergerak dengan bebas, tapi tidak dapat beradaptasi terhadap peningkatan kebutuhan energy karena pergerakannya.

Gangguan mobilitas fisik

pasien dapat bergerak dengan bebas apabila tidak ada gangguan/ batasan pada pergerakannya

intoleransi aktivitas

Pasien tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi tidak mampu bergerak banyak karena tubuhnya tidak mampu memproduksi energy yang cukup.

Deficit perawatan diri

Tergantung pada orang lain untuk melakukan aktivitasnya

Pasien mungkin membunyai diagnosa deficit perawatan diri karena intoleransi aktivitasnya

 

Intoleransi aktivitas

Pasien mau dan dapat berpartisipasi salam perawatan, tapi tidak mampu bergerak banyak karena tubuhnya tidak mampu memproduksi energy yang cukup.

Koping Individu Tidak efektif

pasien tidak dapat berpartisipasi dalam perawatan atau perannya karena mereka merasa kurang motivasi untuk melakukan suatu pekerjaan

 

Intoleransi Aktivitas

Pasien pada awalnya tidak merasa lelah, akan tetapi setelah melakukan aktivitas pasien langsung merasa lelah

Kelelahan

pasien merasa lemas dan lelah karena penyakitnya

 

Ketik E-mail Kamu Disini Untuk Mendapatkan Materi Kuliah Terbaru -(Askep,Askeb,Info Kesehatan,Bisnis online, Keperawatan,Kebidanan,dll):

Delivered by FeedBurner

2 komentar:

  1. semara putra mengatakan...
     

    blog yg bagus
    kunjungi balik ya
    http://semaraputraadjoezt.blogspot.com

  2. the red devil mengatakan...
     

    tulisannya bbagus dan mudah dimengerti... terimakasih dan selamat berkarya "mt28-1i"

Poskan Komentar



 

Belum Menemukan Yang Anda Cari, Baca Juga Yang Ini :

Sponsor Blog :