Tentang Situs Ini

Situs ini berisi pelajaran sederhana mengenai konsep keperawatan. Disarikan dari perpaduan teori dan praktek berdasarkan pengalaman penulis sendiri dan sesama rekan perawat sewaktu bekerja di Rumah Sakit dan bekerja sebagai Staff Pengajar di sebuah Sekolah Keperawatan. Tag line yang utama adalah PERAWAT TIDAK HANYA BERTEORI.....Mari bangga dan bersama memajukan perawat Indonesia.

Whats Up ^_^

Silahkan kunjungi secara berkala. Karena tiap hari akan ada update an.

TEKANAN DARAH

Tekanan darah merupakan salah satu konsep yang wajib diketahui oleh perawat. Termasuk salah satu dari komponen tanda-tanda vital. Ada cara mudah dalam memahami tekanan darah. Tekanan darah adalah tekanan atau gaya lateral darah yang bekerja pada dinding pembuluh darah. Proses tekanan ini, sebetulnya dimulai pada saat darah keluar dari jantung, beredar ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Karena pembuluh darah darah terbagi 2, yaitu arteri dan vena, maka tekanan darah juga dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu tekanan darah arteri dan tekanan darah vena.

Tekanan darah yang kita kenal sehari-hari adalah adalah tekanan darah arteri. Yang pengukurannya menggunakan alat yang disebut sphygmomanometer atau tensian, bahasa umumnya. Sedangkan tekanan darah vena diukur dengan menggunakan CVP (Central Venous Pressure) atau tekanan vena sentral.

Dalam mengukur tekanan darah arteri, kita mengukur bagaimana kondisi jantung dalam memompa darah. Ada dua hasil yang kita temui. Yaitu sistolik dan diastolik, seperti yang orang awam ketahui pada umumnya. Tekanan tertinggi terjadi selama ejeksi jantung dan disebut tekanan sistolik (Normalnya 120 mmHg), yaitu saat ventrikel kontraksi. Titik terendah dalam siklus ini disebut diastolik yaitu saat ventrikel relaksasi (Normalnya 80mmHg). Selisih tekana sistolik dan tekanan diastolik disebut Pulse Pressure (Tekanan Nadi) Dan akan terus berubah sesuai dengan pertambahan usia. Sedangkan tekanan darah vena, dengan mudah kita dapat dengan CVP. Nilai normalnya di sternum 0 – 5 cmH2O, Midaxilla line = 5 – 15 cmH2O

Kembali ke pengukuran tekanan darah arteri, karena didapatkan dua hasil (Sistolik dan diastolik), maka kita perlu mencari tekanan arteri yang sebenarnya. Tekanan darah arteri rata-rata bisa didapatkan dengan sebuah rumus yaitu :

MAP = (S + 2D)/3

MAP = Mean Arterial Pressure/tekanan arteri rata-rata

S = Tekanan darah sistolik

D = Tekanan darah diastolik

Jadi perhitungannya, apabila seseorang mempunyai tekanan darah arteri 120/80 mmHg, maka MAP/tekanan arteri rata-ratanya adalah (120 + 160) atau 280/3 yaitu 93,4 mHg.

Hal ini penting diketahui oleh dokter dan perawat, karena tekanan darah arteri menggambarkan kondisi tekanan darah yang ada pada darah saat keluar dari jantung. Tekanan yang rendah mengakibatkan suplai darah kurang ke jaringan. Sehingga, oksigen dan sari-sari makanan tidak tersampaikan, dan akhirnya dapat terjadi penurunan metabolisme tubuh. Kondisi ini yang dinamakan dengan hipoksia.


Definisi Fisiologi Tekanan Darah

Untuk memahami penyakit-penyakit yang berhubungan dengan nilai tekanan darah, seperti Hipertensi (tekanan darah tinggi) atau Hipotensi (tekanan darah rendah), atau lebih jauh lagi Shock (Penurunan tekanan darah yang ekstrim, sehingga darah tidak dapat sampai ke organ-organ vital tubuh, dan terjadi kegagalan fungsi), dibutuhkan konsep dasar yang lebih dari itu.

Tekanan darah, secara fisiologi dapat didefinisikan sebagai

BP = CO x SVR

BP = Blood Pressure/tekanan darah

CO = Cardiac output/ Curah jantung (Jumlah darah yang keluar dari jantun dalam waktu 1 menit)

SVR = Systemic Vascular Resisten/ Tahanan pembuluh darah sistemik (resistensi dinding pembuluh

darah terhadap aliran darah.

Sedangkan

CO = SV x P

SV = Stroke Volume/volume sekuncup (jumlah darah yang dipompakan keluar jantung 1x pompaan)

P = Pulse/Nadi dalam satu menit

Dengan kata lain, dapat diambil kesimpulan bahwa

BP = SV x P x SVR


Penjelasan :

Sudah jelas bahwa, tekanan darah itu sendiri merupakan perkalian dari 3 komponen yaitu Stroke volume, nadi dan tahanan dinding pembuluh darah. Sehingga dengan kata lain, dapat kita simpulkan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi besar kecilnya tekanan darah yaitu, jumlah darah yang keluar dari jantung (SV), Denyut jantung (P) serta keadaan dinding pembuluh darah (SVR).

Kita dapat mengambil analogi hitungan anak SD, yaitu 2 x 3 x 4 = 24. Apabila angka 2 diganti dengan 1 (diturunkan) tentu saja hasilnya akan turun menjadi 12, karena 1 x 3 x 4 = 12 he…....3x ^_^. Begitu juga dengan tekanan darah, kalau ada salah satu dari 3 unsur tersebut mengalami perubahan nilai, maka akan terjadi perubahan nilai juga pada tekanan darah.

Contoh kasus :

Pada orang dengan perdarahan hebat, jumlah darah yang ada dalam tubuh menjadi berkurang. Hal itu mengakibatkan darah yang masuk ke jantung menjadi sedikit, sehingga stroke volume jadi kecil/jadi sedikit. Karena terjadi penurunan stroke volume, akhirnya mengakibatkan tekanan darah menjadi turun. Kalau hal ini berlangsung ekstrim, terus-menerus dan tidak ditolong, seseorang dapat mengalami kematian, disebabkan kegagalan fungsi organ akibat tidak adanya suplai oksigen dan nutrisi untuk metabolisme yang dibawa oleh darah. Kondisi inilah yang disebut dengan shock hipovolemik.


Read More......

TERAPI OKSIGEN : Part 1


Tindakan pemberian oksigen merupakan tindakan yang sangat penting dilakukan kepada pasien. Pada pasien dengan kondisi tertentu, tanpa suplai oksigen ke bagian otak, hanya dalam waktu 4 menit, seseorang dapat langsung mengalami kerusakan sel-sel otak yang berakibat kematian.Pada kenyataannya, banyak perawat di rumah sakit  yang memberikan oksigen kepada pasien tanpa dibekali pengetahuan yang cukup.Dan kalau hal ini terjadi, maka yang pasien adalah pihak yang paling dirugikan. 

Terapi oksigen adalah pemberian aliran gas yang mengandung oksigen > 21% sehingga terjadi peningkatan kadar oksigen dalam darah. Fungsi  dari terapi oksigen adalah mempertahankan O2 dalam jaringan yang adekuat, menurunkan kerja nafas dan menurunkan kerja jantung. Dala pelaksanaannya, ada beberapa indikasi dalam pemberian oksigen yaitu :

·         Hipoksemia/hipoksia

a.        ↑ beban kerja otot jantung/miokardium

b.        Infark Miokard

c.        Gagal  Jantung Kongestif

·         ↓ Curah Jantung

a.        Shock

b.        Hypotension

·         ↑ Kebutuhan oksigen

a.        Infeksi

b.        Sepsis

·         ↓ Kemampuan darah membawa O2

a.        Keracunan CO

 

METODA PEMBERIAN OKSIGEN

Jenis

Konsentrasi

Tipe dan  jumlah pemberian

Fi02 adalah Fixed Inhalation 02, yaitu jumlah O2 yang masuk ke paru-paru pada waktu terapi

 

1. LOW FLOW SYSTEM

   OXYGEN YG TERISAP  TERCAMPUR DENGAN UDARA SEKITARNYA

   TERBAGI DLM 2 JENIS

 

LOW FLOW LOW CONCENTRATION

-      NASAL CANULE  : 1 – 6L  dengan FiO2 : 23 – 42%

-      NASAL CATHETER  : 1 – 6 L  dengan FiO2 :23 – 42%

 

LOW FLOW HIGH CONCENTRATION

 

-      SIMPLE FACE MASK dengan  6 – 8 L DG FiO2 40 – 60%

-      MASK  WITH PARTIAL REBREATHING dengan 8 – 11 L DG FiO2 50 – 75%

-      MASK WITH NON REBREATHING dengan 12 L DG FiO2 80 – 100%

 

2. HIGH FLOW SYSTEM

   OKSIGEN YANG TERISAP SESUAI DG OKSIGEN YANG DIBERIKAN (TIDAK TERCAMPUR DG UDARA SEKITAR)

 

 

HIGH FLOW LOW CONCENTRATION

 

     VENTURI MASK dengan  4 – 8 L DG FiO2 24 – 40%

 

HIGH FLOW HIGH CONCENTRATION

 

     MASK AEROSOL  8 – 10 L dengan FiO2 30 – 100 %

     T-PIECE 8 – 10 L dengan FiO2 30 – 100%

     FACE TENT 8 – 10 L dengan FiO2 30 – 100%

     TRACHEOSTOMY COLLAR 8 – 10 L dengan FiO2 30 – 100 %

     TRANSTRACHEAL CATHETER 1 – 4 dengan FiO2 60 – 100%

     MECHANICAL VENTILATION

 


PERBANDINGAN ALAT TERAPI OKSIGEN


Tipe

Kelebihan

Kekurangan

A

NASAL CANULE

 

  JIKA RR DAN KEDALAMAN NAFAS TERATUR PEMBERIAN O2 STABIL

  DAPAT DIBERIKAN DALAM JANGKA WAKTU YG LAMA

  PASIEN DAPAT BERGERAK BEBAS, MAKAN, MINUM  DAN BICARA

  EFISIEN DAN NYAMAN UNTUK PASIEN

 

   DAPAT MENYEBABKAN IRITASI PADA HIDUNG, BELAKANG TELINGA TEMPAT TALI BINASAL

   FiO2 AKAN BERKURANG BILA PASIEN BERNAFAS DG MULUT, RR DAN KEDALAMAN BERUBAH 

 

B

NASAL CATHETER

 

  MEMBERIKAN O2 DG KONTINYU

  PEMBERIAN OKSIGEN STABIL

  PASIEN BEBAS BERGERAK, MAKAN-MINUM DAN BICARA

  ALAT YG DIGUNAKAN MUDAH DAN MURAH

 

   DAPAT MENIMBULKAN IRITASI PADA OROPHARING

 

C

SIMPLE FACE MASK

 

  MUDAH DIGUNAKAN

  DAPAT MEMBERIKAN O2 DG KONSENTRASI TINGGI

  MURAH

 

   TIDAK NYAMAN

   SELAMA DIPASANG MENGGANGGU MAKAN, MINUM, BATUK DAN BICARA

   TERJADI AKUMULASI CO2 JIKA FLOW <>

D

MASK WITH PARTIAL REBREATHING

  O2 YG DIDAPAT KONSENTRASINYA > TINGGI

  TIDAK DIPENGARUHI O/UDARA LUAR

 

   TIDAK NYAMAN

   SELAMA DIPASANG MENGGANGGU MAKAN, MINUM, BATUK DAN BICARA

 

E

MASK WITH NON REBREATHING

 

  O2 YG DIDAPAT KONSENTRASINYA > TINGGI

  TIDAK DIPENGARUHI O/UDARA LUAR

 

   TIDAK NYAMAN

   SELAMA DIPASANG MENGGANGGU MAKAN, MINUM, BATUK DAN BICARA

 

F

VENTURI MASK

 

 

 

  TIDAK DIPENGARUHI OLEH TIPE RESP, RR, TYDAL VOLUME DAN UDARA LUAR

 

   TIDAK NYAMAN

   SELAMA DIPASANG MENGGANGGU MAKAN, MINUM, BATUK DAN BICARA

G

AEROSOL MASK

 

 

 

  LEMBAB

  FiO2 YANG DIDAPAT AKURAT

 

   TIDAK NYAMAN

   SELAMA DIPASANG MENGGANGGU MAKAN, MINUM, BATUK DAN BICARA

H

 T PIECE

 

 

  LEMBAB

  O2 YANG DIDAPAT AKURAT

   TIDAK NYAMAN

    TUBE YG DIPASANG BERAT

I

TRACHEOSTOMY COLLAR

 

 

 

  LEMBAB

  O2 YANG DIDAPAT AKURAT

 

   jTIDAK NYAMAN

   MEMERLUKAN TINDAKAN PEMBEDAHAN

   MEMERLUKAN PERAWATAN YG REGULER DAN SERING

J

 FACE TENT

 

 

  LEMBAB

  O2 YANG DIDAPAT AKURAT

   TIDAK NYAMAN

   O2 BOROS

K

TRANSTRACHEAL CATHETER

 

 

  LEMBAB

  O2 YANG DIDAPAT AKURAT

  HEMAT O2

   MEMERLUKAN PERAWATAN YG REGULER DAN SERING

   MEMERLUKAN TINDAKAN PEMBEDAHAN

L

 MECHANICAL VENTILATOR

 

  LEMBAB

  O2 YANG DIDAPAT AKURAT

  MEMBANTU MENGEMBANGKAN PARU DAN MENCEGAH ATELEKTASIS DG MEMBERIKAN TEKANAN POSITIF

 

   HARUS DILAKUKAN DI RUANG KHUSUS YG MEMPUNYAI FASILITAS TSB

   JIKA DIBERIKAN DG MASKER DAPAT MENYEBABKAN DISTENSI ABDOMEN AKIBAT TERTELAN UDARA

   MAHAL

 


Bersambung......................

Read More......
 

Sponsor Blog :